Selasa, 12 Maret 2013
Selo Boyolali
Senin, 11 Maret 2013
Ada Apa Dengan Cinta
Satu masa telah terlewati...
Benci dan rindu merasuk di kalbu...
Ada apa dengan cintaku...
Sulit untuk aku ungkap semua....
Jangan pernah bibir tertutup...
Bicarakan semua yang kau rasakan...
Cinta itu kita yang rasa...
Bila sengsara hati kan merana...
Wahai pujangga cinta...
Biar membelai indah...
Telaga di kalbuku...
Jujurlah pada hatimu...
Ada apa dengan cinta...
MaPaLa
》。Kamu sgaLanYaa Takk Terrpiisahh oLeh wakTttuu , biiarkann bHumii menoLakk quh Ttetapp cHiinTtaa qMu !!
biarr Mamaa muh Takk sukkaa ,Papap muh jHughaa meLaRrrangG , waLau duniiaa menoLakk 。。 kuh Takk takudd !! ttap ku kaTtakann ku cHinTttaa diRrimuh :-)
biarr Mamaa muh Takk sukkaa ,Papap muh jHughaa meLaRrrangG , waLau duniiaa menoLakk 。。 kuh Takk takudd !! ttap ku kaTtakann ku cHinTttaa diRrimuh :-)
Kamis, 28 Februari 2013
Biografi Iwan Fals
Aku
lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur bulanan,
setiap kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis. Aku
nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gambang menangis. Biar
begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai
contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang
sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa
menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada
anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis.
Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di
Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih
SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka
main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku
nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.
Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.
Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan.
Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena
tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan.
Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia.
Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola
dan Waiya.
Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang
pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam
perjalanan dalam pesawat dari Jeddah ke Indonesia, pengetahuan gitarku
bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang
pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam gitarku.
Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya suara
gitarku fals. "Kok kayak gini steman-nya?" tanyanya. Waktu itu, meski
sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar. Setelah
membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan lagu
Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.
Waktu
sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan
gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa
memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak
perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. "Gengsi dong,"
pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup
sekolahku.
Kegandrunganku pada gitar terus berlanjut. Saat itu teman-teman mainku
juga suka memainkan gitar. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu Rolling
Stones. Melihat teman-temanku jago main gitar, aku jadi iri sendiri. Aku
ingin main gitar seperti mereka. Daripada nggak diterima di pergaulan,
sementara aku nggak bisa memainkan lagu-lagu Rolling Stones, aku nekat
memainkan laguku sendiri. Biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku
sendiri, pikirku.
Untuk menarik perhatian teman-temanku, aku membuat lagu-lagu yang
liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah
teman-temanku pada ketawa mendengarkan laguku.
Setelah merasa bisa bikin lagu, apalagi bisa bikin orang tertawa, timbul
keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Kalau ada hajatan,
kawinan, atau sunatan, aku datang untuk menyanyi. Dulu manajernya
Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang
banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya
hajatan.
Di SMP aku sudah merasakan betapa pengaruh musik begitu kuat. Mungkin
karena aku nggak punya uang, nggak dikasih kendaraan dari orang tua
untuk jalan-jalan, akhirnya perhatianku lebih banyak tercurah pada
gitar. Sekolahku mulai nggak benar. Sering bolos, lalu pindah sekolah.
Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku. Apalagi ketika sudah
merasa bisa bikin lagu, dapat duit dari ngamen, mulailah aku sombong.
Tetapi sesungguhnya semuanya itu kulakukan untuk mencari teman, agar
diterima dalam pergaulan.
Suatu ketika ada orang datang ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu aku
baru sadar kalau ternyata lagu yang kuciptakan sudah terkenal di
Jakarta. Maksudku sudah banyak anak muda yang memainkan laguku itu.
Malah katanya ada yang mengakui lagu ciptaanku.
Sebelum orang Jakarta yang punya kenalan produser itu datang ke Bandung,
aku sebetulnya sudah pernah rekaman di Radio 8 EH. Aku bikin lagu lalu
diputar di radio itu. Tapi radio itu kemudian dibredel.
Setelah kedatangan orang Jakarta itu, atas anjuran teman-temanku, aku
pergi ke Jakarta. Waktu itu aku masih sekolah di SMAK BPK Bandung.
Sebelum ke Jakarta aku menjual sepeda motorku untuk membuat master. Aku
tidak sendirian. Aku bersama teman-teman dari Bandung: Toto Gunarto,
Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul.
Kami
lalu rekaman. Ternyata kasetnya tidak laku. Ya, sudah, aku ngamen lagi,
kadang-kadang ikut festival. Setelah dapat juara di festival musik
country , aku ikut festival lagu humor. Kebetulan dapat nomor. Oleh
Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humorku lalu direkam, diproduseri
Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Aku rekaman ramai-ramai, sama
Pepeng (kini pembawa acara kuis Jari-jari, jadi MC, dll), Krisna, dan
Nana Krip. Tapi rekaman ini pun tak begitu sukses. Tetap minoritas.
Hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak-anak muda.
Akhirnya aku rekaman di Musica Studio. Sebelum ke Musica, aku sudah
rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica itu, musikku
mulai digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya
ditangani Willy Soemantri.
(diambil dari iwanfals.co.id)
Nama asli: Virgiawan Listanto
Nama populer: Iwan Fals
Nama panggilan: Tanto
Tempat tgl. lahir: Jakarta, 3 September 1961
Alamat sekarang: Jl. Desa Leuwinanggung No. 19 Cimanggis,
Bogor Jawa Barat - Indonesia
Pendidikan:
SMP 5 Bandung,
SMAK BPK Bandung,
STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP),
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Orang tua: Lies (ibu), alm. Sutopo (ayah)
Isteri: Rosanna (Mbak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Kamis, 21 Februari 2013
ES PUTER TRADISIONAL RASA INTERNASIONAL
Indonesia punya sajian es yang disebut es puter. Es puter adalah es tradisional khas Indonesia yang berbahan dasar santan,Telur,tepung kanji,maezena,susu Dll. Selain bercita rasa yang tinggi, es puter juga memiliki tekstur lebih padat dibandingkan es krim. Rasanya pun lebih legit dan gurih.
Es puter juga termasuk makanan yang merakyat sebab harganya cukup terjangkau. Namun, panganan ini sekarang tidak hanya dijajakan oleh pedagang es keliling, tetapi juga outlet-outlet modern di pusat perbelanjaan. Bahkan, kini kita bisa menemukan beragam varian rasa dari es puter seperti cokelat, stroberi, vanilla, pandan, dan masih banyak lagi.
Selain santan, kita membutuhkan gula pasir, tepung hun kwee, tepung sagu, tepung kanji, garam halus, air, es batu, dan garam kasar untuk membuat es puter. Mengapa harus pakai garam? Garam biasanya digunakan agar es tidak mudah mencair. Namun, bahan pembuatan es puter sangat beragam. Tidak sama antara satu penjual dengan penjual lainnya.
Daripada ngiler membayangkan es puter, Anda dapat mencoba membuat es puter sendiri di rumah kok. Yuk coba resep es puter Melon.
Bahan :
1 liter Santan kelapa
50 gram Gula pasir
1/2 sdt Garam
1 sdm Tepung maizena, larutkan dengan 3 sdm air
500 gram Daging Melon
Cara membuat:
1. Didihkan santan bersama garam dan gula pasir hingga matang. Aduk terus santan supaya tidak pecah.
2. Tuang larutan maizena. Aduk rata.
3. Masukkan daging buah durian, aduk-aduk, dan didihkan.
4. Setelah semua tercampur, angkat dan dinginkan.
5. Masukkan adonan yang sudah dingin ke dalam freezer hingga beku.
6. Keluarkan, ulangi proses mixing dan masukkan kembali ke freezer.
7. Lakukan cara ini sebanyak 3-4 kali sampai butiran es terasa lembut.
Es puter Melon siap dihidangkan,.
AJAIBNYA TANGAN SEORANG IBU
Ketika
kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. Ketika kita haus, tangan ibu yang
memberi minuman. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air
mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita
erat dengan deraian air mata bahagia.
Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."
NAMUN,,,
Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengam tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?
Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan ana yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.
Tangan ibu, tangan ajaib. Sentuhan ibu, sentuhan kasih. Dapat membawa ke Surga Firdaus.
Ciumlah tangan ibu, sebelum ibu pergi bertemu Illahi dan takkan kembali lagi..
Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."
NAMUN,,,
Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengam tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?
Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan ana yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.
Tangan ibu, tangan ajaib. Sentuhan ibu, sentuhan kasih. Dapat membawa ke Surga Firdaus.
Ciumlah tangan ibu, sebelum ibu pergi bertemu Illahi dan takkan kembali lagi..
sukses buat jokowi
malaysia inginkan jokowi
Aksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ternyata mengundang decak kagum negara tetangga. Sosok Jokowi yang merakyat dan mau turun langsung mendengar keluh kesah warga dinilai sebagai figur yang dibutuhkan di Malaysia.Memang sejak menjadi gubernur, Jokowi tak henti-hentinya blusukan ke kampung-kampung kumuh. Bahkan, sebagai orang nomor satu di Jakarta, Jokowi rela masuk gorong-gorong dan menerobos banjir.
Seorang kolumnis Malaysia Syed Nadzri Syed Harun, dalam tulisan yang berjudul, Wanted badly: A Malaysian Jokowi, mengatakan, Jokowi yang baru menjabat Gubernur Jakarta akhir Oktober tahun lalu lebih menekankan kerja nyata ketimbang sibuk dengan urusan politik. Tentu tulisan itu dikaitkan menjelang Pemilu Malaysia, April nanti.
"Jokowi bahkan mau masuk ke gorong-gorong dan mengunjungi daerah kumuh serta berbicara dengan rakyat miskin tentang akses kesehatan dan pendidikan," tulis Nadzri.
Jokowi, kata dia, juga langsung turun tangan menangani banjir besar yang merendam Jakarta bulan lalu. "Dia lebih menekankan aksi nyata untuk menangani banjir," demikian tulisan Nadzri, beberapa mengutip artikel The Economist dia.
Nadzri mengaku miris dengan kondisi di Negeri Jiran saat ini di mana para elitenya lebih mementingkan urusan politik ketimbang kerja buat rakyat. Padahal, katanya, kemacetan semakin di Ibu Kota Kuala Lumpur, Johor Baru, dan Penang.
"Kita butuh Jokowi di sini. Dan seperti pernah dia katakan, dia tak ingin jadi presiden. Dia hanya menjalankan pekerjaan mulia," tuturnya.
Bahkan, Nadzri menilai tokoh oposisi di Malaysia Anwar Ibrahim sekali pun bukan lah sosok yang tepat. Dia pesimistis politikus yang sempat di bui itu akan membawa perubahan bagi Malaysia.
"Anwar sekali pun tidak akan mampu. Fokus dia sekarang adalah menang pilihan raya. Anwar dan politisi dari partai berkuasa tidak ada yang fokus kepada kepentingan rakyat. Mereka cuma sibuk dengan urusan politik," katanya.
Berarti Malaysia sedang krisis kepemimpinan? "Bukan itu maksud saya. Lebih baik lagi kalau mereka berlaku seperti Jokowi," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
